FTIP Unpad Jalin Kerja Sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Lampung

Unpad.ac.id, 19/04/2016] Universitas Padjadjaran melakukan kerja sama dengan sejumlah daerah sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan luas lahan sawah di Indonesia. Terkait hal tersebut, hari ini, Selasa (19/04) di  Ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung dilakukan penandatangan Naskah Kesepakatan Kerja Sama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

Dekan FTIP Unpad, Dr. Ir. Edy Suryadi, MT, bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Ir. Indriatmoko Dhianto, usai penandatangan kerja sama di Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (19/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Dekan FTIP Unpad, Dr. Ir. Edy Suryadi, MT, bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Ir. Indriatmoko Dhianto, usai penandatangan kerja sama di Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (19/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Penandatangan kerja sama tersebut dilakukan oleh Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Edy Suryadi, MT, dengan Staf Perencanaan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Motahar Litioly, S.Pt., serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Ir. Indriatmoko Dhianto.

Dalam kegiatan kerja sama ini, Unpad akan melakukan investigasi ke sejumlah lahan kosong di beberapa daerah yang sudah ditentukan, untuk mengecek kelayakan lahan tersebut dijadikan sawah. Di Provinsi Maluku, akan dilakukan investigasi pada lahan seluas 15.000 hektar, dengan target setidaknya akan ada  5.000 hektar lahan yang siap untuk dicetak dan siap diolah oleh para petani.  Sementara untuk Provinsi Lampung, lahan yang akan disurvei adalah seluar 25.000 hektar, dengan target lahan siap cetak adalah 20.000 hektar.

“Untuk mengecek apakah lahan itu cocok atau tidak untuk dijadikan sawah, dilihat dari aspek ketersediaan airnya, kesesuaian lahan tanahnya, ph-nya seperti apa, kesuburannya nanti dicek. Kemudian juga dari kesiapan petaninya seperti apa, ada masyarakatnya atau tidak, siap atau bersedia nanti untuk melakukan pencetakan sawah atau pengolahan sawah,” jelas Dr. Edy saat ditemui usai kegiatan.

Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Edy Suryadi, MT.,  dan Staf Perencanaan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Motahar Litioly, S.Pt.

Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Edy Suryadi, MT., dan Staf Perencanaan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Motahar Litioly, S.Pt. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Selain melakukan investigasi, di Provinsi Maluku juga akan dilakukan pemetaan desain untuk pencetakan sawah. “Jadi  bagaimana gambar desainnya, berapa banyak volume tanah yang harus dipotong, berapa tanah yang harus ditimbun. Jadi harus dibuat layak untuk sawah,” imbuhnya.

Selain tim ahli dari FTIP Unpad, kegiatan ini juga akan melibatkan para ahli dari Fakultas Pertanian terkait ilmu tanah, sosial ekonomi, dan budidaya pertanian, dari Fakultas Teknik Geologi terkait identifikasi sumber air, serta  dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam terkait analisis vegetasi.

Survei sendiri akan dilakukan selama tiga bulan, mulai April 2016, kemudian dilanjutkan pemetaan desain. Diharapkan pada Desember 2016 mendatang, para petani sudah mulai melakukan penanaman.

Selain itu, masih terkait perluasan lahan sawah, kerja sama juga dilakukan dengan Provinsi Maluku Utara pada awal April 2016 lalu. Di Maluku Utara, lahan yang akan disurvei adalah seluas 10.000 hektar dengan target yang akan dicetak 3000 hektar.

“Diharapkan Unpad yang sudah PTN Badan Hukum bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi untuk tanaman padi, bisa memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan juga paling penting juga kita bisa mengaplikasikan kemampuan akademik atau human capital-nya untuk berkontribusi pada masyarakat,” harap Dr. Edy.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *