LPPM Unpad Lakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Unpad di Teluk Ambon Maluku

[Unpad.ac.id, 20/10/2014] Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unpad melakukan terobosan baru dengan menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat di Luar Jawa. Prof. Tino Mutiarawati dan Dr. Reginawanti Hindersah dari Fakultas Pertanian mengawalinya di Provinsi Maluku. Melalui kesepakatan dengan Universitas Pattimura serta Dinas Pertanian Maluku dan Kota Ambon, PKM Unpad di Teluk Ambon terwujud. Fokus PKM Unpad di Maluku tahun 2014 adalah “Penguatan Budidaya Tanaman Sayuran” di desa Waiheru Kecamatan Teluk Ambon. Komitmen pelaksana adalah melakukan PKM sambil melakukan penelitian untuk mengaplikasikan teknologi milik Unpad.

Pembukaan Program Pengabdian kepada Masyararakat Unpad di Waiheru Teluk Ambon Maluku *

Pembukaan Program Pengabdian kepada Masyararakat Unpad di Waiheru Teluk Ambon Maluku *

Pada 13-16 Oktober 2014 PKM berlangsung di desa Waiheru, dibuka oleh Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Unpatti, Dr. Rachman Talaohu. Kegiatan penyuluhan dengan media audiovisual dan FGD diikuti dengan pengambilan sampel tanah untuk menjelaskan sifat tanah, serta demonstrasi teknik pemupukan organik dan anorganik yang lebih baik. Demonstrasi plot berupa penelitian kecil mengenai perbandingan teknologi pemupukan. Semuanya bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas, mengefisiensikan input pertanian tanpa menurunkan kualitas tanah.

Produk Unpad yang diujicoba di Ambon adalah pupuk hayati Bion-UP cair yang dikembangkan oleh Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian. Aplikasi perdana di Teluk Ambon dilakukan dalam bentuk Penelitian Lapangan untuk sayuran penting di Ambon, sawi, bayam dan kangkung. Sebanyak lima orang PPL setempat, yang juga mahasiswa Universitas Darusallam Ambon, mengawal penelitian. Keseluruhan demplot dan penelitian ini dilakukan di lahan seluas lebih dari 3000 m2 yang tersebar di 32 persil milik 16 orang petani.

Penguatan budidaya dilengkapi dengan pemecahan masalah beratnya tanah berliat di Kampung Kelapa untuk budidaya sayuran. Prof Tino bersama petani bahu membahu menyiapkan lahan dan guludan sesuai standard sebelum ditutup mulsa plastik dengan metode yang tepat untuk budidaya kacang panjang, palawija penting di Teluk Ambon. Petani akan memeliharanya sampai panen tiga bulan mendatang.

Di atas peta, jarak Bandung-Ambon lebih dari 2200 km, agaknya tidak menjadi kendala. Model PKM kerjasama ini kelihatannya dapat berjalan baik. Tim Unpatti yang dikoordinasi oleh Alumni Unpad Dr. Mathin Kalay berkomitmen untuk dengan intensif memantau demplot dan penelitian yang sedang berlangsung. Pendampingan petani setelah Tim Unpad kembali ke Bandung dilakukan pula oleh para Penyuluh dari Dinas Pertanian Kota Ambon.

Pada musim hujan mendatang di antara bulan April-Agustus, Tim PKM Unpad kembali akan memberikan penguatan budidaya sayuran di musim hujan untuk menekan kerugian akibat tingginya curah hujan. Tingginya harga sayuran di musim hujan memacu inflasi Kota Ambon. *

Rilis oleh: LPPM Unpad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *