Penjajakan Kerja Sama Perikanan dan Pariwisata Provinsi Maluku dengan Negara-negara Eropa Timur dan Tenggara

Bapak Ardian Wicaksono, Direktur III Eropa, Dirjen Amerika Eropa (ke-4 dari kiri), bersama Ibu Reginawanti (ke-4 dari kanan)

Berkenaan penjajakan potensi kerja sama perikanan dan pariwisata di Provinsi Maluku untuk negara-negara Eropa Timur dan Tenggara (Rusia, Turki, Belarus, Ukraina, Bulgaria, Rumania, Armenia, Georgia, Moldova, Serbia, Kroasia, Montenegro, Macedonia, Albania, Bosnia-Herzegovina), Bapak Ardian Wicaksono, sebagai Direktur Eropa III, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI mengadakan pertemuan dengan Tim dari Maluku Corner Unpad yang diterima di Gedung Soeria Atmadja Jln. Dipati Ukur 46 Bandung, pada hari Rabu 11 April 2018.

Pertemuan tersebut membahas mengenai peluang promosi investasi provinsi Maluku bagi negara Eropa Timur dan Tenggara khususnya di bidang perikanan dan pariwisata, untuk menjawab dari kebutuhan negara-negara Eropa Timur dan Tenggara untuk komoditas ikan (tuna, cakalang, dll), menindaklanjuti kebijakan prioritas Pemerintah RI untuk meningkatkan ekspor ikan ke pasar luar negeri, menindaklanjuti Deklarasi IUU Fishing RI-Rusia yang menekankan pada perikanan yang berkelanjutan dengan mendorong kapasitas nelayan dan infrastruktur perikanan (coldstorage, unit pengolahan ikan), serta membantu pengembangan kawasan Timur Indonesia di sektor perikanan dan pariwisata.

Rapat tersebut dihari oleh Tim Maluku Corner, yaitu: Ibu Dr. Reginawanti (Ketua Maluku Corner), Ir. Sondi Kuswaryan, MS, Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., Dr. Maret Priyanta , S.H., M.H. , Safitri, dan Tim Kerjasama Unpad.

 Maksud dan Tujuan Kerja Sama:

  • Mendalami potensi kerja sama perikanan khususnya kapasitas nelayan dan fasilitas unit pengolahan ikan (cold storage);
  • Mendorong pengenalan potensi investasi pariwisata diantaranya pulau-pulau Maluku Tenggara, Ambon, Seram, Banda Naira;
  • Mempersiapkan pengenalan potensi Maluku di bidang pariwisata dan perikanan bagi para investor dari kawasan Eropa Timur dan Tenggara, antara lain Rusia;
  • Mengembangkan kerja sama pendidikan/antar universitas di Maluku dan Rusia, juga dengan negara di kawasan Eropa Timur dan Tenggara;
  • Menjalin kerja sama dengan kalangan LSM perikanan yang memiliki program kapasitas dan pembangunan ekonomi nelayan;
  • Mempromosikan potensi ekonomi dan pembangunan Maluku melalui media diplomasi ekonomi Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa ke kawasan Amerop (majalah Invite dan Info Pasar)

 Mitra Kerja Sama

  • Maluku Corner – Universitas Padjajaran
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Kementerian Pariwisata
  • Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)

 

Hasil yang akan dicapai

  • Tersedianya informasi mengenai kawasan potensial untuk investasi perikanan (kapasitas dan infrastruktur) dan pariwisata (perhotelan/resort)
  • Terbentuknya jejaring antara calon investor asing dan pemangku kepentingan ekonomi/perikanan dan pariwisata di Maluku
  • Terselenggaranya kerja sama antara universitas di Rusia dengan di Maluku khususnya terkait perikanan dan pariwisata.
  • Terwujudnya peran Kemlu sebagai fasilitator untuk kerja sama antara negara di kawasan Eropa III dan Pemprov Maluku
  • Terselenggaranya kunjungan bisnis negara di kawasan Eropa III ke Provinsi Maluku

 

Jadwal Kegiatan

  • Ambon : Minggu 22 April – Kamis, 25 April 2018

 

Peserta

  • Muhammad Anshor, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa
  • Ardian Wicaksono. Direktur Eropa III
  • Ratu Silvy Gayatri, Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa
  • Staf Direktorat Eropa III
  • Staf Setditjen Amerop
  • Tim Maluku Corner Unpad

 

Pihak-pihak yang akan ditemui

  • Ketua Bappeda Provinsi Maluku
  • Kepala Dinas Kerja Sama LN
  • Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
  • Kepala Dinas Pariwisata
  • Akademisi Universitas Pattimura
  • Perkumpulan Pesona Lautan Maluku (PPLM)/LSM Perikanan
  • Tour Operator
  • Pihak terkait lainnya

 

Langkah Selanjutnya Setelah Kunjungan Penjajakan

  • Pendekatan dengan negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Tenggara untuk mendorong investor Rusia menanamkan modal di Maluku
  • Mempromosikan potensi ekonomi, pariwisata dan pembangunan Maluku kepada negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Tenggara
  • Mensinergikan dengan komitmen kerja sama RI-Rusia di bidang perikanan dengan potensi yang dimiliki Maluku

 Kronologis Minutes of Meeting / MoM pertemuan tersebut:

Pembahasan :

  • 12 April rapat dengan KKP deklarasi pengawasan perikanan (tim Kemenlu)
  • Ingin mendapatkan informasi tambahan menganai keadaan perikanan di Maluku (khususnya Seram), melibatkan perkumpulan personal laut Maluku dan investor dari Rusia
  • Berencana mendirikan unit pengolahan ikan (kerjasama dengan Perindo)
  • Alternatif kegiatan adalah langsung ke titik yang jelas, (bukan hanya 6 titik yang diajukan di awal kegiatan)
  • Sebelum membawa investor, akan ada kunjungan pendahuluan (Dirjen), mengunjungi tempat2 pengolahan ikan di Ambon, dan potensi2 lainnya (pariwisata dll).
  • Kadin Rusia akan bantu apabila ada kerjasama antara Pattimura dan Universitas Rusia bagian timur.
  • Kunjungan pihak Rusia di Akhir tahun sudah ada kerjasama yang jelas (unit pengolahan ikan).
  • Permasalah lain yang bisa diangkat adalah pencemaran limbah dan lain2 sehingga dapat diterbitkan izin ekspor ke Rusia, menyusul jadwal penerbangan baru Rusia-Denpasar (kargo)
  • Sarana dan prasarana belum terbentuk, adventure sangat bersifat natural. MTB mungkin merupakan Kabupaten yang paling maju di Prov. Maluku, mungkin akan menjadi basecamp Blok Masela, disana terdapat cold storage yang tidak fungsional, es dan listrik tidak tersedia
  • Pemberdayaan masyarakat/kelembagaan masih kurang kuat
  • Isu terakhir adalah pelimpahan wewenang ke Provinsi, sehingga managing daerah (kabupaten) tidak terjadi
  • Tim Maluku Corner Unpad akan melakukan penelurusan pihak mana saja di Maluku yang pernah berkerjasama dengan Rusia
  • Investasi di pihak energi (llistrik) agak sulit diterapkan karena tarip dasar yang tidak ekonomis
  • Potensi perikanan paling terlihat, tapi penggunaan teknologi masih sangat minim
  • Isu terkini : nelayan mengambil ikan makin menjauh, karena tidak ada konservasi. Fokus utama yang mungkin bisa dilakukan adalah meningkatan jumlah nelayan/aktivitas perikanan di daerah yang aktivitas perikananya sudah mulai menurun.
  • Kunjungan ke Dinas Perikanan Maluku : pendekatan melalui gugus pulau,
  • Kawasan budidaya perikanan yang mungkin dikembangkan adalah : Peningkatan volume (sesuai laporan akhir roadmap) di Pulau Buru
  • Infrastruktur yang terlihat di Morotai (sudah mulai dibangun : lahan pelabuhan) kegiatan KKP, penjualan langsung ke kapal
  • Pertemuan selanjutnya disetting oleh Pattimura?
  • Kegiatan langsung berhubungan dengan orang-orang operasional di Bappeda (Pak Djalaludin dan Pak Yongki)
  • Kegiatan baru mungkin aga sulit karena program kerja/perencanaan sudah dipastikan, yang paling mungkin adalah mencari kegiatan yang beririsan.
  • Untuk tahapan kerjasama melalui Pemprov dan pedahuluan ke masyarakat, untuk melihat kebutuhan disana dan masuk ke kelompok yang sudah jalan.

Sharing (Pak Maret)

  • Output yang dihasilkan merupakan rekomendasi-rekomendasi, hal-hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah aspek hukum/legal formal.
  • Akan ada diskusi lanjutan dengan direktorat perencanaan laut untuk diskusi feasibility aspek hukum kegiatan.
  • KKP tidak ingin ada kepemilikan pribadi atas pulau-pulau kecil. (untuk kedepannya, karena beberapa pulau sudah dimiliki investor asing)
  • Kedepannya pengelolaan pulau kecil akan berbentuk izin dan bukan hak.
  • Memastikan tidak ada tumpang tindih kegiatan antara KKP, pemerintah pusat, provinsi dan daerah. (Tim Kemenlu sebagai inisiator)
  • Pemerintah pusat harus mengetahui dengan jelas peraturan daerah yang berlaku, untuk memastikan kegiatan/investasi apa yang bisa dilaksanakan
  • BKPM (izin prinsip penanaman modal), merupakan pintu masuk investor asing yang memberikan gambaran investasi yang mungkin dlakukan tanpa menggangu stabilitas nasional.
  • Instrument dasar izin prinsip adalah dokumen tata ruang. Izin lanjutan bisa ke Pihak Kabupaten/Provinsi tergantung cakupannya. Untuk daerah pesisir izin lanjutan pasti di pihak Provinsi. (memastikan clean and clear izin prinsip dan izin lokasi)
  • Di Indonesia Timur harus diingat bahwa ada lokasi yang sifatnya tanah adat, aspek legal formal mungkin tidak berlaku. BKPM harus berperan dalam hal ini memastikan status prinsip dan lokasi.
  • Fokus kunjungan pendahuluan adalah Unit pengolahan Ikan dan keberadaan nelayan.
  • Sistem kerjasama yang diajukan seperti apa? Agar kegiatan yang direncanakan bisa implementatif. Pembinaan wajib dilakukan untuk memanfaatan bantuan-bantuan/investasi yang ada.
  • Outcome utama yang diingikan adalah adanya jual-beli/transaksi perikanan secara langsung dan legal, untuk menghidari tangkapan ikan yang tidak terjual.
  • Sondi : apakah mungkin MC bekerjasama dengan Kemenlu membuat brosur/leaflet/dokumen mengenai potensi-potensi yang ada di Indonesia Timur. Dan hal ini harus dikomitmenkan dengan pemerintah daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *