Wujudkan Kerja Sama, Tim Unpad Kunjungi Universitas Pattimura Maluku

[Unpad.ac.id/25/08/2014] Kerjasama penelitian yang diawali oleh dosen Faperta Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku berkembang bergerak ke arah kerja sama institusional terprogram. Pada 20-23 Agustus 2014, tim Unpad berkunjung ke Unpatti untuk menyusun program kerja sama melalui pembahasan bersama Ketua Lembaga Penelitian, Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Wakil Rektor Kerja Sama Unpatti, khususnya dari Fakultas Pertanian dan Kedokteran.

Tim Unpad dan Unpatti saat melakukan panen Sawi hasil riset bersama *

Tim Unpad dan Unpatti saat melakukan panen Sawi hasil riset bersama *

Tim Unpad terdiri dari Ketua LPPM Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, MS, Sekretaris LPPM Unpad, Sondi Kuswaryan, Ir. MS., Dosen Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Reginawanti Hindersyah, dan Dosen Fakultas Farmasi Unpad, Dr. Ajeng Diantini. Sebagai langkah awal, Dr. Ajeng Diantini memberikan kuliah umum mengenai perkembangan obat herbal terstandar di hadapan mahasiswa semester IX dan dosen Fakultas Kedokteran Unpatti.

Potensi bahan alam Kepulauan Maluku yang segera diteliti oleh Fakultas Farmasi Unpad adalah kerang laut Abalone (Haliotidae haliotis)yang telah berhasil dibudidayakan oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti, Dr. Magdalena Latuhamallu, di desa Hualiu Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten MalukuTengah.

Selain itu, dilakukan pula diskusilebih detail bersama Dinas Pertanian Maluku dan Kota Ambon, UPT Pertanian, Bappeda, Bank Indonesia dan Petani Kota Ambon untuk menentukan program kerja PKM Unpad bertema “Pencanangan Kemandirian Pangan Sayuran di Ambon dan Maluku Tengah” pada September-November 2014. Disepakati bahwa pada 2014-2015 fokus program adalah modifikasi teknik budidaya di musim hujan dan penguatan unit produksi pupuk organik. Pemerintah Provinsi Maluku pun sepakat mendukung program PKM Unpad di 2015 dan 2016.

Di akhir kunjungan kerja, dilakukan panen sawi di lahan penelitian Unpad-Unpatti, menguji efektivitas pupuk hayati Azotobacter chroococcum Unpad, dan agen hayati Trichoderma harianum yang dikembangkan oleh Dr. Marthin Kalay dari Unpatti. Pengujian lapangan dengan jelas memperlihatkan bahwa sinergi kedua mikroba membantu menurunkan kejadian serangan penyakit dan meningkatkan hasil sawi. Ke depan, kiprah Unpad di Indonesia Timur diharapkan bisalebih kuat lagi.*

IFIFIF

Rilis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *